SURABAYA, 31 DESEMBER 205 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan Penghargaan Lingkungan Hidup Jawa Timur Tahun 2025 dalam acara yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Senin (29/12).
Penghargaan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan Jawa Timur yang berkelanjutan, beretika, dan berkeadaban.
Penghargaan Lingkungan Hidup 2025 merupakan inisiatif langsung Gubernur Khofifah untuk memperkuat komitmen bersama dalam pelestarian lingkungan hidup sebagai fondasi pembangunan daerah.
Menurut Khofifah, pembangunan berkelanjutan tidak bisa dilepaskan dari keseimbangan antara aspek ekologis, etika, dan nilai spiritual. “Pembangunan Jawa Timur harus bertumpu pada keseimbangan antara kepedulian terhadap lingkungan hidup dan pembangunan karakter. Di situlah nilai keberlanjutan dan keberadaban bertemu,” ujar Khofifah.
Ia mengakui Jawa Timur masih menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari dampak perubahan iklim, pengelolaan sampah, krisis air bersih, degradasi lahan, hingga pencemaran sungai dan laut.
Namun demikian, Khofifah optimistis seiring tumbuhnya inovasi lokal dan praktik baik yang berawal dari kesadaran individu dan berkembang menjadi gerakan kolektif masyarakat.
“Langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan perubahan besar dalam menjaga lingkungan hidup,” katanya.
Penghargaan Lingkungan Hidup 2025 diberikan kepada desa dan kelurahan, komunitas, sekolah, pesantren, hingga individu yang dinilai konsisten dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan.
Khofifah menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan pengakuan atas komitmen jangka panjang terhadap kelestarian lingkungan. “Pembangunan dan pelestarian lingkungan bukan dua hal yang saling meniadakan, tetapi harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Pada Kategori Desa/Kelurahan Bersih dan Lestari (BERSERI) Terbaik 2025, penghargaan diberikan kepada sejumlah desa dan kelurahan di Malang, Tuban, Surabaya, Trenggalek, Lumajang, Kediri, Pasuruan, Gresik, dan Kota Blitar.
Sementara pada Kategori Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama, penerima penghargaan antara lain RW 001 Winongo Kota Madiun, RW 04 Sumberrejo Kota Surabaya, dan RW 02 Sukomulyo Kabupaten Gresik.
Di bidang pendidikan, Kategori Sekolah Adiwiyata Provinsi 2025 diberikan kepada SMKN 2 Kota Mojokerto, SMPN 2 Taman Sidoarjo, dan SDN Wonorejo 02 Kabupaten Madiun.
Komitmen pelestarian lingkungan berbasis nilai keagamaan tercermin melalui Kategori Eco Pesantren, yang diberikan kepada pesantren di Gresik, Jombang, dan Sidoarjo.
Adapun Kategori Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup (PFLH) 2025 diberikan kepada komunitas dan individu pegiat lingkungan dari Kabupaten Pasuruan, Jombang, dan Probolinggo.
Sebagai informasi, Jawa Timur mencatat capaian signifikan di sektor lingkungan, dengan 94 Penghargaan Adiwiyata Mandiri dan 186 Penghargaan Adiwiyata Nasional.
DLH Jatim juga telah membina 180 desa dalam Program Desa/Kelurahan Bersih dan Lestari, dengan 115 desa di antaranya menerima dukungan kendaraan roda tiga. Selain itu, pembinaan pengelolaan sampah berbasis pesantren terus diperkuat melalui program Eco Pesantren.