News

Penerbangan ke Timur Tengah Batal, Imigrasi Terbitkan ITKT bagi WNA

02 Mar 2026 by Author
photo

Jakarta, Senin 02 Maret 2026- Ditutupnya sejumlah wilayah udara di Timur Tengah membuat ribuan penumpang di seluruh dunia terlantar, termasuk Indonesia

Merespon hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengumumkan pemberian izin tinggal keadaan terpaksa (ITKT) bagi warga negara asing yang terkena pembatalan penerbangan ke wilayah Timur Tengah

Melalui Surat Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-GR.01.01-133 tertanggal 1 Maret 2026, ITKT berlaku hingga 30 hari dan bisa diperpanjang apabila diperlukan sesuai ketentuan. WNA yang terdampak akan bebas dari denda overstay, dengan syarat melampirkan surat keterangan dari otoritas bandara

“Ditjen Imigrasi memastikan pelayanan keimigrasian di bandara tetap berjalan optimal dan kondusif. Fokus kami adalah menjaga kelancaran pelayanan, ketertiban pemeriksaan, serta kepastian prosedur bagi penumpang yang terdampak pembatalan atau pengalihan penerbangan,” ujar Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, melalui press release, dikutip dari Bloomberg Technoz hari ini

Yuldi juga mengungkap jika meningkatnya konflik militer di kawasan Timur Tengah menyebabkan sejumlah negara di kawasan tersebut termasuk Bahrain, UEA, Qatar dan Iran, menutup wilayah udaranya, yang berdampak pada pembatalan sejumlah penerbangan internasional dari dan menuju Indonesia

Catatan Ditjen Imigrasi menunjukkan akibat kondisi tersebut sebanyak 2.2228 penumpang terdampak, yang tersdiri atas 1.644 WNA dan 584 WNI

“Kami menghimbau penumpang internasional, khususnya rute yang terdampak transit kawaan Timur Tengah, untuk selalu mengecek status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai dan segera berkoordinasi dengan pihak maskapai maupun petugas bandara apabila membutuhkan pendampingan keimigrasian,” jelas Yudi

Melansir Detik Travel, beberapa negara termasuk Israel, Qatar, Suriah, Iran, Irak, Kuwait dan Bahrain, menutup total wilayah udaranya. Sementara UEA untuk sementara menutup sebagian wilayah udaranya

Situs Flightradar24 menunjukkan hampir tidak ada aktivitas penerbangan di wilayah tersebut. Sementara itu menurut FlightAware, lebih dari 18.000 penerbangan internasional ditunda, dan 2.350 lebih penerbangan dibatalkan diseluruh dunia hingga Sabtu pukul 22.30 waktu setempat

Scroll to Top