News

PTPN I (Persero) Regional 5 Kolaborasi Bersama Pemkab Bondowoso Dorong Kopi Lokal Semakin Dikenal

04 Oct 2026 by Author
photo

Bondowoso, Oktober 2026 – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 5 bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mendorong semakin luasnya pengenalan kopi Bondowoso melalui kompetisi video media sosial bertajuk “Bondowoso Republik Kopi”. Kolaborasi tersebut diperkuat melalui Media & Creator Gathering yang mempertemukan pemerintah daerah, insan media, dan komunitas kreator di Pujasera Jembatan Ki Ronggo, Jumat (2/10).

Sekretaris Perusahaan PTPN I (Persero) Regional 5, Reggy Irawan Setiyobudi, mengatakan kompetisi ini menjadi ruang kolaborasi untuk memperkenalkan kopi Bondowoso, tidak hanya dari kualitas produknya, tetapi juga cerita dan potensi di baliknya.

“Kita ingin kopi Bondowoso tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena cerita di baliknya. Melalui media sosial, cerita tersebut bisa menjangkau masyarakat yang jauh lebih luas. Harapannya, konten-konten yang dibuat dapat ditonton ribuan bahkan jutaan orang dan ikut membuka peluang agar usaha kopi di Bondowoso berkembang semakin pesat,” ujar Reggy.

PTPN I (Persero) Regional 5 turut menjadi bagian dari ekosistem perkebunan kopi Bondowoso melalui Kebun Blawan, Java Coffee Estate, Kayumas, dan Pancur Angkrek. Keberadaan perkebunan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengembangan kopi di Bondowoso.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, S.P., M.M., mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, “Bondowoso Republik Kopi Reborn” menjadi momentum untuk kembali memperkenalkan potensi kopi Bondowoso melalui berbagai kanal, termasuk media sosial.

“Terima kasih atas kolaborasi PTPN I Regional 5 dalam menghadirkan kembali semangat Bondowoso Republik Kopi melalui Bondowoso Republik Kopi Reborn. Kami mendukung kegiatan ini untuk semakin memperkenalkan kopi Bondowoso di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Mulyadi.

Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu, juga menilai kompetisi konten menjadi langkah kreatif untuk menggaungkan kembali potensi kopi Bondowoso sekaligus mengenalkan dampak ekonominya kepada generasi muda.

“Kompetisi konten seperti ini menjadi langkah besar. Bukan hanya untuk mengingatkan bahwa Bondowoso memiliki mutiara hitam dari timur, yaitu kopi, tetapi juga memberikan edukasi bahwa kopi bukan sekadar komoditas, melainkan memiliki dampak ekonomi yang luas,” ujar Sinca.

Sejak dibuka pada awal September hingga 1 Oktober 2026, ratusan karya telah disubmit dalam kompetisi tersebut. Peserta berasal dari berbagai daerah, antara lain Bondowoso, Surabaya, Malang, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Medan, Asahan, Bengkalis, hingga Denpasar.

Melalui kolaborasi pemerintah, perkebunan, media, dan kreator, “Bondowoso Republik Kopi” diharapkan dapat memperluas cerita tentang kopi Bondowoso sekaligus membuka ruang bagi pengembangan potensi ekonomi, pariwisata, dan masyarakat di daerah tersebut.

Scroll to Top