News

PTPN I Regional 5 Perluas Tanam Tembakau di Klaten, Salurkan 38 Sumur Bor dan 7 Mesin Pompa Air

05 Jun 2026 by Author
photo

KLATEN, Jumat 5 Juni 2026 – PTPN I Regional 5 menggelar kegiatan Tanam Perdana Tembakau Tahun Tanam 2026 di Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sekaligus penyaluran Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa 38 titik sumur bor dan 7 unit mesin pompa air untuk tujuh desa di wilayah tersebut.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo, bersama jajaran manajemen ini, dihadiri para kepala desa, tokoh masyarakat, dan kelompok tani penerima manfaat.

Subagiyo menyampaikan bahwa peningkatan luas tanam pada tahun ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengembangkan kembali komoditas tembakau Klaten.

“Tanam perdana tahun ini menjadi momentum penting bagi pengembangan tembakau Klaten. Dengan peningkatan luas tanam dari 25 hektare menjadi 50 hektare, kami optimistis komoditas ini dapat terus berkembang, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ungkap Subagiyo.

Pada musim tanam tahun 2026, PTPN I Regional 5 mengembangkan komoditas tembakau Besuki Na-Oogst yang ditanam di bawah naungan (TBN) dengan total luas lahan mencapai 50 hektare di wilayah Klaten.

Komoditas ini merupakan salah satu unggulan perusahaan yang berorientasi ekspor dengan nilai ekonomi tinggi. Perusahaan menargetkan produktivitas sebesar 1.700 kilogram per hektare, dengan masa tanam sekitar tujuh bulan dan panen satu kali dalam setahun. Hasil produksi difokuskan untuk memenuhi kebutuhan industri cerutu premium ekspor, dengan pasar utama Amerika Serikat dan Eropa.

Manajemen menyampaikan bahwa tantangan utama dalam budidaya tembakau saat ini adalah ketidakstabilan cuaca serta keterbatasan sumber daya manusia di lapangan. Meski demikian, perusahaan terus berupaya menjaga kualitas budidaya melalui berbagai langkah pengelolaan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengaturan naungan, pengendalian hama dan penyakit, pemupukan berimbang, serta optimalisasi pengelolaan air untuk mendukung keberhasilan produksi.

Di sisi lain, untuk memperkuat ketersediaan air bagi masyarakat sekitar, PTPN I Regional 5 juga menyalurkan bantuan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa 38 titik sumur bor dan 7 unit mesin pompa air. 

Baca juga berita: PTPN I Regional 5 Salurkan 101 Ekor Hewan Kurban, Berbagi Keberkahan Idul Adha

Salah satu ketua petani penerima manfaat, Dalino, asal Desa Sukorejo, mengaku bantuan sumur bor dan pompa air sangat membantu aktivitas pertanian, terutama saat musim kemarau.

“Adanya bantuan sumur bor dan mesin pompa air dari PTPN I ini sangat meringankan beban para petani yang sebelumnya kesulitan mendapatkan akses air untuk lahan pertanian. Kami mendoakan agar program tanam perdana tembakau PTPN I ini berjalan sukses dan mencapai target yang diharapkan,” ujar Dalino.

Kepala Bagian Sekretariat dan Umum PTPN I Regional 5, Reggy Irawan Setiyobudi, juga menjelaskan bahwa penyaluran TJSL merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.

“Kami berharap bantuan 38 titik sumur bor dan 7 unit mesin pompa air ini dapat meningkatkan ketersediaan air bagi pertanian sehingga petani dapat meningkatkan intensitas tanam hingga dua kali dalam setahun,” harap Reggy.

Total penyaluran program TJSL ini yakni sebesar Rp99,9 juta, berupa 38 titik sumur bor dan 7 unit mesin pompa air yang tersebar di tujuh desa, yaitu Towangsan, Sukorejo, Jetis, Pluneng, Nglinggi, Manjung, dan Karanglo.

Program ini dilaksanakan dengan pendekatan Creating Shared Value (CSV), yaitu menciptakan manfaat bersama antara perusahaan dan masyarakat secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil evaluasi program, TJSL tersebut mencatat Social Return on Investment (SROI) sebesar 16,19. Angka ini menunjukkan bahwa manfaat yang diterima masyarakat jauh lebih besar dibandingkan nilai investasi program, sekaligus melampaui target perusahaan sebesar 3.

PTPN I Regional 5 menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari manfaat sosial yang dirasakan masyarakat melalui program-program berkelanjutan di sekitar wilayah operasional.

“Kami berharap perluasan areal tanam tembakau di Kebonarum Klaten ini dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Subagiyo.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News

Scroll to Top