News

Ratusan Event Sepanjang 2025, Surabaya Gaspol Jadi Kota Wisata, Budaya, dan Ekonomi Kreatif

31 Dec 2025 by Author
photo

SURABAYA, 31 DESEMBER 2025 – Pemerintah Kota Surabaya sepanjang tahun 2025 menggeber ratusan agenda strategis di bidang sosial budaya, pariwisata, seni, olahraga, hingga ekonomi kreatif.

Event-event tersebut digelar dari level lokal hingga internasional dan menjadi instrumen utama Pemkot Surabaya dalam menggerakkan ekonomi, memperkuat identitas budaya, serta menumbuhkan kebanggaan warga terhadap Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penyelenggaraan event bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari strategi pembangunan kota yang berorientasi pada manusia, budaya, dan kolaborasi lintas sektor.

“Event di Surabaya kami rancang sebagai ruang kebersamaan, ruang ekonomi, ruang budaya, sekaligus ruang pendidikan karakter bagi masyarakat,” kata Eri.

Rangkaian agenda 2025 diawali dengan Market Sounding Kawasan Kota Lama Surabaya 3.0. Melalui kolaborasi dengan Konsorsium II Program Kota Masa Depan UK PACT, Pemkot mempertemukan pemilik bangunan bersejarah dengan calon investor untuk menghidupkan kawasan heritage sebagai pusat ekonomi kreatif, pariwisata sejarah, dan ruang publik berkelanjutan.

Nuansa toleransi dan keberagaman mewarnai kalender event Surabaya sepanjang tahun. Kya-Kya Chunjie Fest 2025 di kawasan Kembang Jepun menjadi etalase perjumpaan lintas budaya lewat kuliner dan seni pertunjukan khas Pecinan.

Sementara itu, suasana religius hadir selama Ramadan 1446 Hijriah, dengan dekorasi bernuansa Timur Tengah menghiasi sejumlah ruas jalan dan ruang publik kota.

Pemkot Surabaya juga memperpanjang jam operasional Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran selama Ramadan sebagai alternatif ruang ngabuburit yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Di sektor pariwisata dan belanja, Surabaya Holiday Super Sale (SHSS) 2025 menjadi salah satu magnet utama. Program ini melibatkan ribuan tenant di 17 pusat perbelanjaan dengan diskon hingga 80 persen sepanjang Desember.

Inovasi wisata murah juga dihadirkan melalui kerja sama dengan Bank Jatim, memungkinkan masyarakat mengunjungi empat destinasi unggulan Surabaya hanya dengan Rp500 per tiket menggunakan QRIS.
Empat destinasi tersebut meliputi THP Kenjeran, Wisata Perahu Kalimas, Museum 10 November, serta kawasan Tugu Pahlawan.

Program ini semakin menegaskan posisi Surabaya sebagai kota wisata yang inklusif dan terjangkau.

Penguatan sektor belanja berlanjut melalui Surabaya Shopping Festival (SSF) 2025 yang digelar bersama APPBI DPD Jawa Timur pada Mei 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732. Event ini berkontribusi mendorong daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Momentum HJKS ke-732 dirayakan dengan beragam agenda budaya, mulai dari Kirab Budaya, Ruwat Sekertaning Bumi, pagelaran wayang kulit, hingga Sembrani Bumi Nusantara yang melibatkan ribuan penari remo.

Sejumlah event hiburan dan olahraga turut digelar, seperti Wali Kota Fishing Championship, Surabaya Pestapora di Kenjeran, hingga Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025.

Sepanjang 2025, sektor olahraga menjadi salah satu kekuatan utama Surabaya. Kota ini menjadi tuan rumah berbagai ajang bergengsi, mulai dari Surabaya Marathon, Barati Cup Internasional, Liga 4 Piala Wali Kota, hingga sejumlah kejuaraan multi-cabang.

Surabaya juga dipercaya menggelar Kejuaraan Dunia Voli Wanita U-21 FIVB 2025 serta Piala Presiden U-12 dan U-15, sekaligus memperkuat kesiapan sebagai calon tuan rumah Porprov Jawa Timur 2027.

Di bidang seni dan kreativitas, ARTSUBS 2025 di Balai Pemuda menghadirkan ratusan seniman lintas medium. Program Inovboyo 2025 turut mendorong inovasi kepemudaan dan budaya, sementara peluncuran identitas visual Surabaya City of Heroes memperkuat branding kota di level nasional dan global.

Daya tarik Surabaya sebagai destinasi wisata internasional juga tercermin dari kunjungan 18 kapal pesiar sepanjang 2025. Wisatawan mancanegara antusias menjelajahi kawasan heritage, situs sejarah, hingga ruang publik kota. Antusiasme ini semakin terasa menjelang peringatan 10 November melalui agenda Surabaya Juang hingga Tjangrokan di Tugu Pahlawan.

Menutup kaleidoskop 2025, Eri menegaskan bahwa ratusan event yang digelar merupakan investasi sosial jangka panjang untuk memperkuat karakter, daya saing, dan kohesi sosial kota.

“Budaya, olahraga, kreativitas, dan toleransi adalah fondasi kami membangun Surabaya yang membanggakan,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengapresiasi arah pembangunan Kota Pahlawan yang mengedepankan kolaborasi dan gotong royong. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci Surabaya mampu bangkit dan bergerak maju, termasuk dalam pemulihan pascapandemi.

Scroll to Top