JAKARTA, 31 DESEMBER 2025 – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 37.910 personel untuk mendukung tahap rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Sumatra. Pengerahan ini mencakup penambahan 15 batalion, terdiri dari lima batalion zeni dan 10 batalion teritorial pembangunan.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, keterlibatan personel difokuskan pada pemulihan infrastruktur dan fasilitas publik, mulai dari pemasangan jembatan bailey, pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), hingga pembersihan lumpur di sekolah, pesantren, jalan, serta fasilitas umum.
“Personel TNI membantu pemasangan jembatan bailey, pembangunan huntara dan huntap, serta pembersihan lumpur di berbagai fasilitas publik,” ujar Agus dalam konferensi pers pemulihan dan rencana strategis pascabencana di Posko Terpadu Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Selain rekonstruksi fisik, TNI juga menjalankan operasi kemanusiaan dengan menyiapkan air bersih, melakukan evakuasi medis, distribusi logistik, serta layanan pemulihan trauma bagi masyarakat terdampak.
Hingga kini, TNI telah mengoperasikan 25 dapur lapangan, membangun 124 sumur bor, mendirikan 42 pos kesehatan, serta membangun 186 unit MCK.
Dalam pemulihan konektivitas wilayah, TNI telah membangun dan mengoperasikan 32 jembatan bailey di berbagai titik, termasuk Jembatan Teupin Mane, Teupin Redep, Jumpa, Matang Bangka, Kuta Blang, Hamparan Perak, dan Anggoli Sibangun. Selain itu, TNI juga membangun 40 jembatan armco, sebagian di antaranya telah dimanfaatkan masyarakat.
Untuk mendukung operasi tersebut, TNI mengerahkan 89 unit alutsista, terdiri atas pesawat udara, helikopter, dan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). Penyaluran bantuan dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari airdrop, pendaratan udara, jalur laut, hingga distribusi darat.
“KRI membawa alat berat, kendaraan kesehatan, tenaga medis, serta mendukung pengiriman peralatan PLN, BBM, bahan pangan, genset, dan kebutuhan lainnya,” jelas Panglima TNI.
Hingga saat ini, total logistik yang disalurkan TNI mencapai 2.669,53 ton, baik melalui angkatan udara, jalur laut, maupun distribusi darat ke wilayah terdampak bencana.
Foto : BPMI Setpres